Rehab_edited.png

Rehabilitasi aktifitas pembangunan dan ekspoitasi wilayah teresterial dan pesisir di pulau Bintan sedang dalam perkembangan yang pesat, beberapa wilayah diketahui mengalami degradasi akibat aktifitas ini, diantaranya pengaruh abrasi akibat hilangnya ruang terbuka hijau, maka dari itu dipandang sangat perlu dilakukan rehabilitasi pasca aktifitas tersebut dilaksanakan dalam kegiatan ini, guna mengembalikan fungsi ekologis dan kealamian suatu wilayah. Dalam perencanaannya yayasan ecology akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan beberapa komunitas lingkungan yang ada di Pulau Bintan.

of.png

Lahan kritis di Bintan banyak terbentuk karena penambangan bauksit. Run off yang terjadi saat musim hujan menyebabkan terjadinya endapan di perairan sekitar seperti muara atau tepian pulau. Endapan tersebut menutupi lamun dan terumbu karang. Selain berdampak pada sumberdaya alam hayati hal tersebut juga berdampak pada kegiatan pariwisata sekitar, karena jika run off tersebut membawa partikel tanah atau sedimen yang cukup banyak membuat perairan menjadi keruh dan menganggu aktivitas pariwisata seperti snorkeling atau diving.

 

Karakteristik Pulau Bintan yang sebagian besar memiliki zona intertidal yang pendek, saat partikel tanah atau sedimen dari lahan kritis yang terbawa saat run off masuk ke perairan secara langsung bisa dengan mudah menutup lamun dan terumbu karang, menyebabkan kematian pada lamun dan terumbu karang karena tidak dapat berfotosintesis, sedangkan lamun dan terumbu karang adalah habitat bagi ikan dan biota akuatik lainnya. Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan, memperbaiki, meningkatkan kondisi lahan agar berfungsi kembali secara optimal. Lokasi implementasi (pilot project) dipilih untuk dilakukan di Pulau Buton karena terdapat kegiatan penambangan bauksit illegal yang sudah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. 

Coral3.png
Coral4.png

" Terumbu Karang dan Lamun yang tertutup sedimen akibat aktifitas tambang "

LOKASI IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI

Air glubi aerial.png

Untuk mendapatkan referensi jenis vegetasi yang akan ditanam pada lahan kritis di pulau Buton, Yayasan Ecology bersama dengan ahli botani, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau melakukan survei fisik. Survei tersebut dilakukan dengan tujuan mendapatkan referensi vegetasi, mengetahui kondisi top soil, dan mendapatkan lokasi sumber air tawar. Selain itu perencanaan tentang model penanaman dilakukan dengan mementingkan jarak antar vegetasi.

Vegetasi Tanaman

Bibit Mahoni.png

Khaya anthotheca

  • Grey LinkedIn Icon

Mahoni Afrika

Bibit cemara.png

Casuarina equisetifolia

  • Grey LinkedIn Icon

Cemara Laut

Bibit Ketapang.png

Terminalia catappa

  • Grey LinkedIn Icon

Ketapang

IMG_2024 copy.jpg
IMG_2072 copy.jpg

"Mari bergabung bersama kami dalam program rehabilitasi lahan kritis pesisir"

Join With Us !

IMG_2095 copy.jpg